<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gado-Gado Teknologi -GapTek Gak Gaptek-</title>
	<atom:link href="http://blogtechi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogtechi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jul 2007 10:17:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='blogtechi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d71b4e89543c11f3a1a2264c1b32e96d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gado-Gado Teknologi -GapTek Gak Gaptek-</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kilas GPS</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/kilas-gps/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/kilas-gps/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/kilas-gps/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hal penentuan posisi, GPS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. Dari yang sangat teliti (orde milimiter, relatif) sampai yang biasa-biasa saja (orde puluhan meter, absolut). Kecepatan wahana yang bergerak juga dapat ditentukan oleh GPS seandainya wahana tersebut diperlengkapi dengan alat penerima sinyal GPS. Ketelitian berorde cm/detik sampai km/detik dapat diperoleh dalam hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=33&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:blue;">Dalam hal penentuan posisi, GPS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. </span><span style="font-family:Arial;color:red;">Dari yang sangat teliti (orde milimiter, relatif) sampai yang biasa-biasa saja (orde puluhan meter, absolut). </span><span id="more-33"></span><span style="font-family:Arial;">Kecepatan wahana yang bergerak juga dapat ditentukan oleh GPS seandainya wahana tersebut diperlengkapi dengan alat penerima sinyal GPS. <span style="color:green;">Ketelitian berorde cm/detik sampai km/detik dapat diperoleh dalam hal ini. Selain memberikan informasi tentang waktu, GPS juga dapat digunakan untuk mentransfer waktu dari satu tempat ke tempat lain. Ketelitian sampai beberapa nanodetik dapat diberikan oleh GPS untuk transfer waktu antar benua</span><span style="color:#339966;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">pengerukan, penentuan posisi bui-bui dan peralatan bantu navigasi serta titik-titik pengeboran minyak lepas pantai, ataupun untuk mempelajari karakteristik arus, gelombang, ataupun pasang-surut di lepas pantai (Geier <em>et al</em>., 1990, Purcell Jr. <em>et al</em>., 1991; Hein <em>et al.,</em> 1991; Rocken <em>et al</em>., 1990, Geiger and Cocard, 1992). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Arial;color:#993300;">Bahkan, beberapa peneliti di Amerika Serikat juga telah menggunakan GPS, dikombinasikan dengan sistim penentuan posisi akustik, untuk menentukan posisi titik-titik di dasar laut secara teliti, dalam rangka mempelajari dinamika lempeng-lempeng benua di bawah lautan (Spiess, 1985; Young <em>et a</em>l., 1987; McIntyre, 1989).</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Untuk navigasi kapal, GPS juga telah dintegrasikan dengan ECDIS (<em>Electronic Chart Display and Information System</em>) (Casey and Kielland<em>,</em> 1990). Sistem Differential GPS (DGPS) juga telah banyak digunakan untuk mendukung aktivitas dan pekerjaan di laut (FUGRO, 2002; Omnistar<em>,</em> 2002). Dalam bidang biologi laut, GPS juga telah diterapkan untuk penjejakan pergerakan ikan paus biru (<em>bluewhale</em>). Informasi yang lebih detil tentang aplikasi GPS ditataran internasional dapat dilihat di banyak situs internet, seperti <span style="color:blue;">Thales (2003), Omnistar (2002), dan FUGRO (2002)</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=33&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/kilas-gps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upaya meningkatkan akurasi</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/upaya-meningkatkan-akurasi/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/upaya-meningkatkan-akurasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/upaya-meningkatkan-akurasi/</guid>
		<description><![CDATA[Departemen Pertahanan AS sendiri sudah punya rencana peningkatan kemampuan GPS dengan menambah 1 frekuensi baru L5 (1176,45 MHz) dengan kode sipil yang baru, kode C/A nanti juga akan ditransmisikan di frekuensi L2 dan kode baru M untuk digunakan eksklusif Departemen Pertahanan AS di frekuensi L1 dan L2. Transmisi di lebih dari satu frekuensi dan bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=32&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:red;">Departemen Pertahanan AS sendiri sudah punya rencana peningkatan kemampuan GPS dengan menambah 1 frekuensi baru L5 (1176,45 MHz) dengan kode sipil yang baru, kode C/A nanti juga akan ditransmisikan di frekuensi L2 dan kode baru M untuk digunakan eksklusif Departemen Pertahanan AS di frekuensi L1 dan L2. </span><span id="more-32"></span><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:red;">Transmisi di lebih dari satu frekuensi dan bisa memperbaiki perhitungan karena gangguan pada sinyal biasanya hanya pada satu frekuensi.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:green;">Cara lain yang populer untuk aplikasi sipil adalah Differential GPS atau disingkat DGPS. DGPS menggunakan satu stasiun Bumi penerima sinyal GPS. Karena stasiun Bumi ini tahu persis lokasi sesungguhnya, ia bisa menghitung seberapa besar kesalahan informasi GPS pada satu waktu tertentu. Informasi kesalahan ini dikirimkan oleh stasiun DGPS ke alat penerima DGPS agar bisa membuat koreksi yang lebih presisi. Beberapa negara memutuskan membangun sistem DGPS nasional, misalnya, USCG DGPS (United States Coast Guard DGPS) dan WAAS (Wide Area Augmentation System) di AS, CDGPS (Canada-wide DGPS) dan AMSA DGPS (Australian Maritime Safety Authority DGPS). DGPS biasanya punya akurasi sampai 1 meter, tetapi makin jelek semakin jauh dari stasiun Bumi DGPS.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:blue;">&#8220;Pseudolite&#8221; adalah satelit GPS yang ditanam di tanah dan memancarkan sinyal GPS ke udara. Cara ini bisa memberikan akurasi perhitungan posisi GPS karena ada lebih banyak satelit yang tersedia. Contohnya sistem LAAS (Local Area Augmentation System) yang direncanakan dibangun di lapangan-lapangan terbang AS untuk membantu pesawat terbang mendarat dan tinggal landas.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Ada</span><span style="line-height:150%;font-family:Arial;"> juga pihak swasta yang kreatif memanfaatkan sinyal kode P(Y) walaupun tanpa mengetahui bagaimana menerjemahkan enkripsi kode P(Y). Caranya dengan menghitung selisih fase kode P(Y) dari kode C/A untuk mendapatkan perhitungan posisi yang lebih presisi. Peningkatan akurasi dengan cara ini sekitar 2-3 kali lebih akurat.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=32&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/upaya-meningkatkan-akurasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi GPS dan Kegunaannya</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/teknologi-gps-dan-kegunaannya/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/teknologi-gps-dan-kegunaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/teknologi-gps-dan-kegunaannya/</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi GPS sangat beragam dan tidak terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan penentuan posisi saja. Di udara, GPS digunakan sebagai salah satu alternatif peralatan navigasi pesawat terbang. Dibandingkan dengan peralatan navigasi lain, penerima GPS paling mudah digunakan karena langsung memberikan posisi pesawat sehingga sangat cepat menjadi populer. Dengan menggunakan beberapa penerima GPS, orientasi kemiringan pesawat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=31&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:maroon;">Aplikasi GPS sangat beragam dan tidak terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan penentuan posisi saja. Di udara, GPS digunakan sebagai salah satu alternatif peralatan navigasi pesawat terbang. Dibandingkan dengan peralatan navigasi lain, penerima GPS paling mudah digunakan karena langsung memberikan posisi pesawat sehingga sangat cepat menjadi populer.</span><span id="more-31"></span><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:maroon;"> Dengan menggunakan beberapa penerima GPS, orientasi kemiringan pesawat juga bisa dihitung, GPS juga favorit digunakan untuk membimbing pesawat tanpa awak dan rudal-rudal jarak jauh.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:red;">Di laut, kapal-kapal juga senang menggunakan GPS karena alasan kemudahan penggunaannya. IMO (International Maritime Organization) bahkan menganjurkan pemakaian AIS (Automatic Identification System), yaitu alat penerima GPS yang secara periodik mengirimkan posisi kapal. GPS juga digunakan untuk mempelajari kebiasaan migrasi satwa laut.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Penerima GPS yang tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran membuat penggunaannya di darat juga beragam. Mulai dari penerima GPS handheld untuk perjalanan lintas alam seharga sekitar Rp 1 juta sampai penerima GPS untuk memantau perjalanan truk-truk kontainer dan kereta api. GPS juga digunakan membuat peta dan membantu bermain golf. Jam satelit GPS yang sangat presisi juga banyak dimanfaatkan, di antaranya sinkronisasi antar BTS/menara pada jaringan telepon seluler.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#339966;">Beberapa tahun belakangan GPS bahkan dimanfaatkan juga di angkasa luar untuk mendapatkan posisi satelit lainnya. Akan tetapi, aplikasi yang paling kreatif menurut penulis adalah menggunakan GPS sebagai radar. Sinyal GPS yang memantul dari suatu obyek digunakan untuk menghitung posisi obyek tersebut. </span><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Radar GPS lebih murah dari radar biasa karena tidak perlu tenaga listrik besar untuk transmisi sinyal radar dan untuk keperluan militer punya keuntungan tidak bisa diketahui posisinya dari transmisi sinyal radar-karena radar GPS tidak mentramisikan sinyal sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;"><br />
</span><span style="font-family:Arial;color:#339966;">TANGGAL 4 Februari beberapa tahun lalu, mobil BMW X5 milik pemain sepak bola terkenal Brasil, Ronaldo, dirampas perampok di sebuah jalan di Kota Rio de Janeiro, Brasil. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Ketika Ronaldo sedang melaju dengan mobil jenis SUV (<em>sport utility vehicle</em>) yang dikendarainya, </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">tiba-tiba sebuah mobil menghadangnya. Lalu tiga perampok bersenjata ke luar dari mobil itu, dan memaksa Ronaldo turun dari BMW-nya. Kemudian, dua di antara ketiga perampok itu membawa kabur BMW milik pemain bola yang pernah menyandang gelar sebagai pemain terbaik di dunia. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:blue;">Ronaldo, yang kehilangan mobilnya itu, langsung memberhentikan sebuah mobil dan minta diantar ke kantor polisi. Dan, hanya dalam hitungan jam, BMW-nya dapat ditemukan di sebuah jalan di pinggiran Kota Rio de Janeiro. Mobil itu dapat ditemukan dengan mudah karena dilengkapi dengan perangkat navigasi AVL <em>(Automatic Vehicle Location)</em> yang menggunakan alat penerima GPS <em>(Global Positioning System)</em>. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Perangkat navigasi AVL tidak hanya melengkapi mobil-mobil keluaran BMW. Saat ini, hampir semua mobil-mobil papan atas menggunakannya. Di Jepang dan Amerika Serikat, GPS sudah digunakan secara meluas di kendaraan. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:olive;">Namun, memang teknologi itu masih bersifat <em>optional</em> (harus dipesan tersendiri), karena tidak semua negara memiliki <em>base station</em> untuk memungkinkan sistem itu bekerja. Di negara-negara maju, perangkat navigasi AVL digunakan sebagai alat penunjuk jalan. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Mobil-mobil yang dilengkapi dengan perangkat navigasi AVL memiliki komputer yang dilengkapi layar monitor di <em>dashboard</em>, yang secara kontinu menampilkan peta lokasi (<em>digital road map</em>) sesuai dengan posisi mobil. Dengan demikian, pengendara mobil selalu mengetahui posisi mobilnya dan mengetahui dengan tepat ke arah mana ia menuju. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Arial;color:black;">Jadi, seandainya mobil yang Anda kendarai tengah melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, ke arah Bundaran Hotel Indonesia, dan Anda ingin pergi ke Restoran Sizzler di Jalan Tanjung Karang No 2, Jakarta Pusat, maka Anda tinggal memasukkan data itu ke komputer. Selanjutnya, komputer akan menunjukkan posisi mobil Anda, saat itu, di peta, dan menunjukkan di mana letak Restoran Sizzler yang Anda tuju. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:red;">Bukan itu saja, komputer juga akan menunjukkan rute yang harus ditempuh. Dan, pada saat mobil Anda melintas di atas Jembatan Dukuh Atas, komputer juga akan menginformasikan bahwa sekitar 200 meter lagi, Anda harus membelokkan mobil Anda ke kiri. Bahkan, jika mobil Anda sampai di Restoran Sizzler, maka komputer itu akan menginformasikan, &#8220;Anda sudah sampai&#8221;. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Akhir-akhir ini, perangkat navigasi AVL yang dilengkapi unit GPS <em>mobile</em> tidak hanya digunakan sebagai penunjuk jalan saja. Apabila mobil mengalami kerusakan, maka melalui perangkat navigasi AVL, unit komputer yang terpasang di mobil secara otomatis akan menghubungi bengkel terdekat dan menginformasikan kerusakan yang dialami mobil secara rinci. Demikian pula, jika terjadi kecelakaan. Komputer akan mengirimkan data mengenai lokasi dan posisi mobil (terbalik, miring, atau melintang), serta kerusakan yang diakibatkan oleh kecelakaan itu. Mercedes Benz menyebut sistem itu &#8220;TELE-AID&#8221;, sedang Ford Motor Company menyebutnya dengan &#8220;Rescue Car&#8221;. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:red;">ADA</span><span style="font-family:Arial;color:red;"> empat komponen yang diperlukan agar perangkat navigasi AVL dapat bekerja. <strong><em>Pertama</em></strong>, satelit GPS. Saat ini, ada 24 satelit GPS yang mengorbit di sekeliling Bumi, pada ketinggian 7.500 meter, yang mengirimkan data tentang posisi, dan waktu sepanjang hari dalam kondisi apa pun. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-family:Arial;color:teal;">Kedua</span></em></strong><span style="font-family:Arial;color:teal;">, unit GPS <em>mobile</em>, yang dipasang di dalam kendaraan. Alat ini akan melacak keberadaan satelit GPS, dan menerima kiriman data dari satelit tersebut. Data yang dikirim dari satelit GPS itu mencakup posisi kendaraan, kecepatan, arah, dan ketinggian dari permukaan laut (<em>altitude</em>). Satelit GPS juga mengirimkan data tentang waktu dengan ketepatan yang tinggi (<em>precise</em>), karena menggunakan jam atom (<em>atomic clock</em>). </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-family:Arial;color:blue;">Ketiga</span></em></strong><span style="font-family:Arial;color:blue;">, alat telekomunikasi dan jaringan komunikasi, yang akan meneruskan data yang diterima dari satelit GPS ke <em>base station</em> untuk diproses lebih lanjut. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-family:Arial;color:fuchsia;">Keempat</span></em></strong><span style="font-family:Arial;color:fuchsia;">, <em>base station</em> yang dilengkapi dengan sebuah komputer dan <em>software</em> untuk memproses data dari unit GPS <em>mobile</em> dan mengembalikannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Data yang diproses oleh <em>base station</em> antara lain memproses posisi dan laporan yang diterimanya dari unit GPS <em>mobile</em> yang terpasang pada kendaraan. Kemudian mengirimkan kembali data posisi kendaraan lengkap dengan petanya. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;color:black;">Base station</span></em><span style="font-family:Arial;color:black;"> secara otomatis juga memproses sinyal yang dikirim komputer mobil melalui unit GPS <em>mobile</em> apabila mobil mengalami kerusakan (mogok). <em>Base station</em> akan menginformasikan kepada bengkel terdekat mengenai posisi mobil dan kerusakan yang dialami. Atau menghubungi kantor polisi dan rumah sakit terdekat apabila mobil mengalami </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:red;">PERANGKAT navigasi AVL pada awalnya hanya digunakan untuk keperluan militer, khususnya untuk keperluan perang. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Pengalaman berperang di Vietnam dan di tempat-tempat lain memperlihatkan betapa seringnya terjadi salah tembak, atau saling serang, karena tiap-tiap kesatuan militer yang bertempur tidak mengetahui posisinya masing-masing secara tepat. Dengan demikian, ketika salah satu satuan tempur darat meminta bantuan dari satuan tempur darat lain atau satuan tempur udara, posisi yang diberikan hanya berdasarkan perkiraan belaka. Akibatnya, sering terjadi salah tembak atau saling serang antarsatuan tempur. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:green;">Berdasarkan pengalaman itulah, dicari cara untuk mengatasinya. Dan, GPS dianggap sebagai jawabannya. Bradford Parkinson, pensiunan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), yang merupakan salah seorang pengajar di Stanford University, dianggap sebagai Bapak GPS. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Perangkat itu, saat ini, dipasang pada hampir setiap kendaraan tempur di darat, kapal perang di laut, dan pesawat tempur di udara. Dengan demikian, posisi dari setiap kendaraan, kapal, dan pesawat tempur diketahui secara tepat, sehingga kemungkinan salah tembak, atau salah serang, bisa dihindari. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:fuchsia;">Bukan itu saja, dalam perkembangannya unit GPS <em>mobile</em> itu dibuat lebih kecil daripada kotak bungkus rokok, sehingga bisa disimpan dalam saku. Dengan demikian, jangankan posisi pasukan, posisi seorang prajurit pun bisa dideteksi secara tepat. Saat ini, perusahaan jam tangan Casio telah mengeluarkan jam tangan yang juga berfungsi sebagai unit GPS <em>mobile</em>. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Pilot pesawat tempur AS, Scott O&#8217;Grady, adalah salah seorang individu yang telah merasakan manfaat dari penggunaan GPS. Pesawat tempur yang dikemudikannya jatuh terkena peluru kendali yang ditembakkan pasukan Serbia saat ia terbang melintasi Bosnia tahun 1995. Berkat unit GPS <em>mobile</em> yang dipasangkan di tangannya, ia bisa mengetahui posisinya dengan tepat dan mengabarkan kepada kesatuannya. Operasi penyelamatannya dilaksanakan dengan sukses, sebelum ia berhasil ditemukan oleh pasukan musuh. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:green;">Seiring dengan perjalanan waktu, perangkat navigasi AVL juga diperkenalkan dan digunakan oleh masyarakat luas. Sebagai hasilnya, saat ini setiap pengendara mobil bisa mengemudikan mobilnya tanpa perlu takut akan tersesat. Pengendara juga tidak perlu takut akan terisolir apabila mobilnya mogok atau mengalami kecelakaan di wilayah yang sepi penduduk. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:fuchsia;">Kini, para pemilik armada taksi atau truk dapat dengan tenang memonitor keberadaan satu per satu taksi atau truknya. Demikian juga dengan pengelola penyewaan mobil. Mereka dapat dengan mudah mengawasi pergerakan mobil-mobil yang disewakannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Hal itu pula yang menyebabkan mobil BMW X5 milik Ronaldo yang dibawa lari perampok dapat dengan mudah diketemukan. Mobil BMW X5 dilengkapi dengan perangkat navigasi AVL yang harganya sekitar 2.500 dollar AS. Dengan perangkat itu, pergerakan mobil tersebut sepenuhnya berada di bawah pantauan <em>base station</em>. Keadaan akan menjadi lain apabila perampok mobil itu melepaskan kabel aki mobil tersebut, karena dengan ketiadaan listrik maka perangkat itu tidak dapat berfungsi. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:green;">Kemungkinan seperti itu tampaknya sudah diperhitungkan dan diantisipasi oleh beberapa produsen mobil terkemuka. Untuk itu, mereka memasang baterai cadangan pada unit GPS <em>mobile</em>, sehingga perangkat itu tetap bisa berfungsi, walaupun sistem kelistrikan mobil listrik putus (karena aki rusak atau kecelakaan), atau dengan sengaja diputus.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=31&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/teknologi-gps-dan-kegunaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRINSIP KERJA GPS 2</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-2/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-2/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengetahui posisi alat penerima, juga diperlukan informasi seberapa jauh alat penerima GPS dari satelit. Informasi ini didapat dari menyinkronisasikan timer di penerima dengan sinyal kode CDMA yang dikirim satelit GPS. Beda sinkronisasi dan fase sinyal digunakan untuk menghitung &#8220;pseudorange&#8221; (perhitungan jarak ke satelit GPS tanpa memperhitungkan perlambatan sinyal di atmosfer). Kecepatan sinyal di ruang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=30&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:green;">Untuk mengetahui posisi alat penerima, juga diperlukan informasi seberapa jauh alat penerima GPS dari satelit. Informasi ini didapat dari menyinkronisasikan timer di penerima dengan sinyal kode CDMA yang dikirim satelit GPS.</span><span id="more-30"></span><span style="font-family:Arial;color:green;"> Beda sinkronisasi dan fase sinyal digunakan untuk menghitung &#8220;pseudorange&#8221; (perhitungan jarak ke satelit GPS tanpa memperhitungkan perlambatan sinyal di atmosfer). Kecepatan sinyal di ruang hampa sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 3 x 10-8 meter per detik. Sementara kode C/A yang 1,023 MHz artinya mengirimkan 1.023.000 pulsa setiap detiknya, atau setiap pulsa bila disinkronisasikan bisa memberikan jarak sampai akurasi 300 meter.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Kita juga bisa menghitung fase sinyal, sinyal itu sedang di posisi mana dari pulsa, sampai akurasi 1 persen. Jadi, akurasi terbaik yang bisa didapat dengan kode C/A kira-kira 3 meter. Untuk kode P(Y) yang mengirim pulsa 10 kali lebih banyak per detiknya, akurasinya bisa sampai 0,3 meter. Ini adalah angka teoretis, pada kenyataannya akurasi GPS kira-kira 9 meter untuk kode C/A.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:maroon;">Bayangkan ada satu bola dengan jari-jari sepanjang jarak satelit penerima GPS yang pusatnya di posisi satelit di ruang angkasa. Jika ada empat bola seperti itu, perpotongan permukaan bolanya adalah satu titik tempat lokasi alat penerima GPS </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=30&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRINSIP KERJA GPS 1</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-1/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-1/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian utama dari sistem GPS adalah 24 satelit yang mengorbit Bumi di ketinggian 20.200 kilometer (Gambar 1). Orbit satelit dirancang sehingga setiap titik di Bumi dapat melihat paling sedikit empat satelit pada setiap saat.
Tiap satelit mengitari bumi kira-kira sekali dalam 12 jam dengan kecepatan sekitar 11.000 kilometer per jam. Satelit GPS mempunyai panel-panel pengumpul tenaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=29&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#ff6600;">Bagian utama dari sistem GPS adalah 24 satelit yang mengorbit Bumi di ketinggian 20.200 kilometer (Gambar 1). Orbit satelit dirancang sehingga setiap titik di Bumi dapat melihat paling sedikit empat satelit pada setiap saat.</span><span id="more-29"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:red;">Tiap satelit mengitari bumi kira-kira sekali dalam 12 jam dengan kecepatan sekitar 11.000 kilometer per jam. Satelit GPS mempunyai panel-panel pengumpul tenaga Matahari untuk membangkitkan energi listrik yang diperlukannya. Selain itu juga ada baterai yang menyimpan tenaga listrik dan mempergunakannya saat satelit tidak memperoleh sinar Matahari.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#3366ff;">Satelit GPS pertama diluncurkan tahun 1978 dan konstelasi 24 satelit berhasil dilengkapi tahun 1994. Setelah itu satelit-satelit baru rutin diluncurkan untuk meng-upgrade satelit lama atau mengganti satelit yang rusak/tidak berfungsi lagi. Tiap satelit mentransmisikan data navigasi dalam sinyal CDMA (Code Division Multiple Access)-sama seperti jenis sinyal untuk telepon seluler CDMA. Sinyal CDMA menggunakan kode pada transmisinya sehingga penerima GPS tetap bisa mengenali sinyal navigasi GPS walaupun ada gangguan pada frekuensi yang sama. Frekuensi yang digunakan adalah L1 (1575,42 MHz) dan L2 (1227,6 MHz).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:teal;">Kode CDMA disebut &#8220;pseudorandom&#8221; karena seakan-akan (&#8220;pseudo&#8221;) tidak beraturan (&#8220;random&#8221;), padahal tidaklah demikian. Kode CDMA tiap satelit dipilih dengan saksama agar tidak mengganggu transmisi satelit lainnya. Jenis kode CDMA ini ada dua, yaitu C/A dan P(Y). Kedua kode ini ditransmisikan pada frekuensi L1, sementara di L2 hanya ada kode P(Y).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#339966;">C/A (Coarse/Acquisition) penggunaannya terbuka untuk siapa saja. &#8220;Coarse&#8221; karena resolusi datanya lebih kasar/tidak sepresisi kode P(Y). Ini disebabkan modulasi kode yang lebih lambat, yaitu 1,023 MHz dibandingkan dengan P(Y) yang 10,23 MHz (bandingkan dengan cdma2000 yang 1,2288 MHz dan WCDMA (generasi penerus GSM) yang 3,84 MHz). Kata &#8220;Acquisition&#8221; adalah untuk akuisisi karena kode C/A yang sederhana lebih mudah dikenali dibandingkan dengan kode P(Y) sehingga untuk menangkap sinyal kode P(Y) lebih mudah setelah berhasil mengakuisisi satelit GPS dari sinyal C/A-nya. P(Y) berarti kode precision (presisi) yang dienkripsi dengan kode sandi Y. </span><span style="font-family:Arial;">Modulasi kode yang sepuluh kali lebih cepat dibandingkan dengan kode C/A menyebabkan secara teoretis mampu memberikan presisi 10 kali lebih baik juga. Enkripsi digunakan agar data navigasinya tidak bisa digunakan orang tanpa seizin Departemen Pertahanan AS. Dengan menyinkronisasikan kode ini, alat penerima GPS dapat menghitung berapa waktu antara sinyal dikirim dari satelit dan diterima oleh alat penerima GPS. Data lain yang diperlukan juga ditumpangkan pada sinyal kode GPS, antara lain: koreksi posisi satelit, koreksi waktu satelit, dan informasi mengenai atmosfer yang dilalui sinyal dari satelit ke alat penerima.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#333399;">Satelit-satelit ini dikontrol dari 5 stasiun Bumi, 4 stasiun Bumi yang bekerja otomatis dan satu stasiun Bumi pengontrol utama. Empat stasiun Bumi otomatis hanya berfungsi menerima data dari satelit GPS dan meneruskan informasi itu ke stasiun pengontrol utama. Stasiun pengontrol utama memberikan koreksi data navigasi ke satelit-satelit GPS.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:fuchsia;">Bagian akhir dari sistem GPS ini adalah alat penerima GPS yang akhirnya menghitung semua data, melakukan korelasi, dan menampilkan data posisi di layar display atau-kalau penerima GPS ini hanya aksesori tambahan di PDA (personal digital assistant)-di layar PDA.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Informasi yang ditransmisikan dari satelit ke penerima GPS terdiri dari dua jenis. Yang pertama disebut &#8220;almanak&#8221;, yaitu posisi dari semua satelit GPS. Jenis informasi kedua disebut &#8220;efemeris&#8221;, yaitu koreksi data almanak. &#8220;Kalau ’almanak’ di-update kira-kira seminggu sekali, data ’eferemis’ biasanya di-update tiap setengah jam. Alat penerima GPS yang dinyalakan kembali setelah seharian dimatikan masih bisa menggunakan data almanak sebelumnya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=29&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/prinsip-kerja-gps-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/global-positioning-system-gps/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/global-positioning-system-gps/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/global-positioning-system-gps/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum dikembangkannya sistem GPS, sistem satelit pertama disebut Transit (The Navy Navigation Satellite System) dan dioperasikan mulai tahun 1964. Transit tidak mempunyai piranti untuk mengetahui waktu dan waktu yang diperlukan receiver untuk menghitung posisinya sekitar 15 menit. Namun demikian banyak yang bisa dipelajari dari sistem ini. GPS adalah hasil kemajuan pesat yang diperoleh karena sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=28&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#003300;">Sebelum dikembangkannya sistem GPS, sistem satelit pertama disebut <a href="http://www.fas.org/spp/military/program/nav/transit.htm" target="_blank"><span style="color:#003300;">Transit</span></a> (</span><em><span style="font-family:Arial;color:red;">The Navy Navigation Satellite System</span></em><span style="font-family:Arial;color:brown;">) dan dioperasikan mulai tahun 1964. Transit tidak mempunyai piranti untuk mengetahui waktu dan waktu yang diperlukan receiver untuk menghitung posisinya sekitar 15 menit. Namun demikian banyak yang bisa dipelajari dari sistem ini. GPS adalah hasil kemajuan pesat yang diperoleh karena sistem Transit. GPS tujuan semula hanya digunakan untuk keperluan militer, baik untuk menunjukkan posisi secara tepat (</span><em><span style="font-family:Arial;color:red;">positioning</span></em><span style="font-family:Arial;color:#003300;">), membantu dalam memberikan arah (</span><em><span style="font-family:Arial;color:red;">navigation</span></em><span style="font-family:Arial;color:#003300;">), dan sistem pencapaian senjata, untuk menggantikan Transit dan juga sistem navigasi lainnya.</span><span id="more-28"></span><span style="font-family:Arial;color:#003300;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:green;">GPS mempunyai ketepatan tinggi dan jam atom yang stabil pada awak satelit yang berguna untuk memberikan waktu transfer yang tepat. Untuk pertama kalinya satelit GPS diluncurkan pada tahun 1978 dan pada pertengahan 1980, produk pertamanya bisa digunakan untuk pemakai umum (non militer). Tahun 1984 Presiden Reagan mengumumkan bahwa sebagian kemampuan GPS boleh digunakan oleh masyarakat luas. Sistem ini masih terus diperbaharui dan disempurnakan dengan meluncurkan satelit-satelit yang lebih baik untuk menggantikan satelit-satelit yang sudah tua.</span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><em><u><span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Deskripsi Sistem</span></u></em></strong><strong><u><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span></u></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:blue;">GPS (<em>Global Positioning System</em>) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segala cuaca, serta didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi yang relatif teliti, dan juga informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia (Abidin, 2000). Sampai saat ini, GPS adalah satu-satunya sistem mavigasi atau sistem penentuan posisi yang mempunyai karakteristik prima seperti itu. Disamping produk dasar tersebut (posisi, kecepatan, dan waktu), sebenarnya ada beberapa parameter lainnya yang dapat ditentukan dengan teknologi GPS ini. Parameter-parameter </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Sistem GPS ini sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia, mulai dari aplikasi-aplikasi rekreatif dan keolahragaan sampai aplikasi-aplikasi ilmiah. Di Indonesia pun, GPS sudah banyak diaplikasikan, terutama yang terkait dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi dan kecepatan, termasuk di bidang kelautan. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#666699;">Pada tataran internasional sejak awal 1990-an, GPS telah banyak dimanfaatkan untuk survai dan pemetaan serta penentuan posisi di laut, seperti untuk keperluan survai hidro-oseanografi, survai seismik, survei</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9.5pt;line-height:150%;font-family:BookmanOldStyle;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Survey penentuan posisi dengan GPS (survey GPS) secara umum dapat didefinisikan sebagai proses penentuan koordinat dari sejumlah titik terhadap beberapa buah titik yang telah diketahui koordinatnya, dengan menggunakan metode penentuan posisi diferensial (<em>differential positioning</em>) serta data pengamatan fase (<em>carrier phase</em>) dari sinyal GPS. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#666699;">Pada suatu survey dengan GPS [<em>Abidin et al., </em>1995], pengamatan GPS dengan selang waktu tertentu dilakukan baseline per baseline dalam suatu jaringan dari titiktitik yang akan ditentukan posisinya. Seandainya lebih dari dua receiver GPS yang digunakan, maka pada satu sesi pengamatan (<em>observing session</em>) dapat diamati lebih Pada survey GPS, proses pengolahan data untuk penentuan koordinat dari titik-titik dalam suatu jaringan pada dasarnya terdiri atas tiga tahap, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;color:#666699;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Arial;color:#666699;">Pengolahan data dari setiap baseline dalam jaringan,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;color:#666699;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Arial;color:#666699;">Perataan jaringan yang melibatkan semua baseline untuk menentukan koordinat final dari titik-titik dalam jaringan, dan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;color:#666699;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Arial;color:#666699;">Transformasi koordinat titik-titik tersebut dari datum WGS84 ke datum yang diperlukan penguna</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Ketelitian dari koordinat titik-titik yang diperoleh dari suatu survey GPS (dalam tulisan ini dimaksudkan sebagai ketelitian survey GPS) secara umum akan tergantung pada empat faktor yaitu : ketelitian data yang digunakan, geometri pengamatan, strategi pengamatan yang digunakan, dan strategi pengolahan data yang diterapkan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar dibawah. Tergantung pada bagaimana kita memperhitungkan dan memperlakukan faktor-faktor tersebut, maka kita akan memperoleh tingkat ketelitian yang berbeda-beda.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=28&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/global-positioning-system-gps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensor Untuk Alat Pendeteksi Golongan Darah</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/sensor-untuk-alat-pendeteksi-golongan-darah/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/sensor-untuk-alat-pendeteksi-golongan-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/sensor-untuk-alat-pendeteksi-golongan-darah/</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip kerja dari sensor ini memanfaatkan komponen opto elektronik yaitu LED dan LDR. Dimana LED berfungsi  sebagai sumber cahaya yang menyinari test area yang kemudian akan diterima oleh LDR.. Dan LDR yang berfungsi sebagai receiver mendeteksi intensitas cahaya yang mengalami absorbansi oleh darah melalui test area.
Dalam system ini LED dan LDR yang digunakan adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=27&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#339966;">Prinsip kerja dari sensor ini memanfaatkan komponen opto elektronik yaitu LED dan LDR. </span><span style="color:#339966;">Dimana LED berfungsi<span>  </span>sebagai sumber cahaya yang menyinari test area yang kemudian akan diterima oleh LDR.. </span><span style="color:purple;">Dan LDR yang berfungsi sebagai receiver mendeteksi intensitas cahaya yang mengalami absorbansi oleh darah melalui test area.</span><span id="more-27"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:red;">Dalam system ini LED dan LDR yang digunakan adalah yang paling banyak tersedia di pasaran. LED yang dipakai adalah jenis <em>infra red emitting diode</em> (IRED). Cahaya dari LED yang menyinar test area, yang tertangkap oleh LDR akan berbeda-beda. Sesuai dengan karakteristik LDR yaitu semakin banyak cahaya yang bisa tertangkap maka resistansi LDR tersebut akan semakin menurun nilainya, sehingga tegangannya akan bertambah besar. Begitu pula sebaliknya jika<span>  </span>cahaya yang terserap sedikit maka nilai resistansi akan bertambah dan tegangannya menjadi kecil. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#339966;">Jadi dari karakteristik LDR tersebut bila terjadi reaksi aglutinasi atau penggumpalan maka cahaya yang dipancarkan LED akan tertahan oleh darah yang menggumpal tersebut, sehingga LDR yang posisinya dibawah dan tegak lurus dengan<span>  </span>kaca prepared tempat sample darah berada, hanya dapat menangkap sedikit saja cahaya. Hal ini mengakibatkan nilai tahanan dari LDR akan bertambah besar dan sehingga tegangannya menjadi kecil.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:blue;">Begitu pula sebaliknya bila tidak terjadi reaksi aglutinasi maka darah tersebut tetap mencair sehingga cahaya LED yang menyinari test area dapat menembus darah tersebut. Dengan demikian LDR yang berada dibawahnya bisa menangkap cahaya itu. Dengan banyaknya cahaya yang bisa tertangkap, maka nilai tahanan pada LDR akan menurun semakin kecil dan tegangan yang dihasilkan lebih besar bila dibandingkan dengan terjadi reaksi aglutinasi.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;line-height:200%;"><span style="color:#339966;">Karena prosesnya terdiri dari dua bagian dan cara kerja bagian satu dan dua sama yang membedakan hanya antiseranya saja, sehingga terbentuk dua kondisi dari keluaran masing-masing komparator dari bagian satu dan dua tersebut. Kondisi yang terbentuk yaitu berupa kombinasi dari : </span></p>
<p class="MsoListBullet2" style="line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;color:fuchsia;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="color:fuchsia;">1 0</span></strong><span style="color:fuchsia;"> untuk golongan darah <strong>A</strong> </span></span></p>
<p class="MsoListBullet2" style="line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;color:fuchsia;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="color:fuchsia;">0 1</span></strong><span style="color:fuchsia;"> untuk golongan darah <strong>B</strong></span></span></p>
<p class="MsoListBullet2" style="line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;color:fuchsia;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="color:fuchsia;">0 0</span></strong><span style="color:fuchsia;"> untuk golongan darah <strong>O</strong></span></span></p>
<p class="MsoListBullet2" style="line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;color:fuchsia;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span style="color:fuchsia;">1 1</span></strong><span style="color:fuchsia;"> untuk golongan darah <strong>AB</strong></span></span></p>
<p class="MsoListContinue" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#339966;">LED merupakan singkatan dari <em>Light Emiting Diode. </em></span><span style="color:#339966;">Led adalah dioda semikonduktor sambungan P-N yang memancarkan cahaya jika diberikan tegangan maju. Cahaya yang dipancarkan dapat berupa <em>spektrum invisible</em> (infra merah) dan <em>Visible</em> (cahaya tampak).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:200%;"><span style="color:purple;">Led yang biasa digunakan dalam rangkaian elektronik adalah <em>infra red emiting diode </em>(I RED) .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:1cm;" align="center"><span style="color:#339966;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#339966;">Led<span>  </span>dapat di buat dari bahan arsen cl Galium Arseneid (GaAs), Galium arsenat phospida (GaAsp) atau Galium Phospida (GaP). Galium phospida digunakan untuk led cahaya tampak, mekanisme untuk radiasi cahaya tampak sama dengan diode infra red. Dengan bahan dan campuran yang berbeda maka dapat diperoleh tenaga celah dari bidang yang berbeda-beda pula, sehingga diperoleh led dengan panjang gelombang beragam.</span></p>
<p class="MsoListContinue" style="margin-left:18.2pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:purple;">LDR singkatan dari <em>Light Dependent Resistor. </em></span><span style="color:purple;">LDR adalah komponen optoelektronik yang bersifat resistif, dimana nilai resistansi dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang jatuh pada LDR tersebut.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#339966;">LDR bisa juga di sebut foto resistor. </span><span style="color:#339966;">LDR dibuat dari bahan semikonduktor, yang dalam keadaan gelap mempunyai tahanan yang besar sekali. Sedangkan apabila disinari tahananya menurun sebanding dengan intensitas cahaya itu. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#339966;">Bahan LDR yang banyak di gunakan adalah CDS sebab mempunyai konsentrasi elektron yang kecil sekali jika tidak kena cahaya<span>  </span>akan tetapi bila kena cahaya akan banyak sekali menurunkan tahanan jenisnya. Simbol LDR dapat di lihat<span>  </span>pada gambar berikut:<span>  </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:maroon;">Bila LDR dibawa dari ruangan dengan intensitas cahaya yang kuat ke ruangan yang intensitas cahayanya lemah, maka nilai resistansinya tidak akan berubah dengan segera, melainkan berubah secara perlahan-lahan dalam selang waktu tertentu.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;line-height:200%;"><em><span style="color:#339966;">Laju Recovery</span></em><span style="color:#339966;"> merupakan ukuran yang tepat untuk menunjukkan besarnya perubahan resistansi dalam selang waktu tertentu. Besarnya <em>laju Recovery</em> yang diberikan dalam satuan K</span><span style="font-family:Symbol;color:#339966;"><span>W</span></span><span style="color:#339966;">/detik, dan ukuran selam 20 menit pertama mulai dari level cahaya 100 lux.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=27&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/sensor-untuk-alat-pendeteksi-golongan-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thermoucouple</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermoucouple/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermoucouple/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermoucouple/</guid>
		<description><![CDATA[Pada Thermocouple memanfaatkan beda workfunction dua bahan metal serhingga pengaruh sifat thermocouple pada wiring akan sedikit hilang sehingga pada Thermocouple ini akan mempunyai penyesuaian terhadap tingkat suhu dengan tegangan yang diberikan 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=26&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:blue;">Pada Thermocouple memanfaatkan beda</span><span style="color:black;"> </span><strong><em><span style="color:red;">workfunction</span></em></strong><em><span style="color:black;"> </span></em><span style="color:blue;">dua bahan metal serhingga pengaruh sifat thermocouple pada</span><span style="color:black;"> </span><strong><em><span style="color:red;">wiring</span><span style="color:black;"> </span></em></strong><span style="color:#339966;">akan sedikit hilang sehingga pada Thermocouple ini akan mempunyai penyesuaian terhadap tingkat suhu dengan tegangan yang diberikan </span><span style="color:black;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=26&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermoucouple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resistance Thermal Detector (RTD)</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/resistance-thermal-detector-rtd/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/resistance-thermal-detector-rtd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/resistance-thermal-detector-rtd/</guid>
		<description><![CDATA[Resistance Thermal Detector (RTD) ini menggunakan bahan metal ,prinsip kerja hamper sama dengan Thermistor maupun dengan Thermostat yaitu mengukur perbeedaan suhu lingkungan dengan pembacaan hasil pada tampilan LCD maupun Seven segment. 
Dibawah ini merupakan sifat dari RTD
v     Digunakan untuk jangkauan temperatur yang lebar
v     Bahan Pt, Cu, Ni
v [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=25&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:fuchsia;">Resistance Thermal Detector (RTD) ini menggunakan bahan metal ,prinsip kerja hamper sama dengan Thermistor maupun dengan Thermostat yaitu mengukur perbeedaan suhu lingkungan dengan pembacaan hasil pada tampilan LCD maupun Seven segment.</span><span id="more-25"></span><span style="color:fuchsia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;color:olive;">Dibawah ini merupakan sifat dari RTD</span></strong><strong><span style="color:#666699;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;color:#666699;"><span>v<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="color:#666699;">Digunakan untuk jangkauan temperatur yang lebar</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;color:#666699;"><span>v<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="color:#666699;">Bahan Pt, Cu, Ni</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;color:#666699;"><span>v<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="color:#666699;">Lebih linier tetapi koefisien lebih rendah dari thermistor</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;color:#666699;"><span>v<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="color:#666699;">Model matematis linier</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;color:#666699;"><span>v<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="color:#666699;">Model matematis nonliner kuadratik</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="color:green;">Penurunan rumus dari RTD terhadap perbandingan koefisien suhu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;line-height:200%;"><em><span style="color:green;">RT </span></em><span style="color:green;">= </span><em><span style="color:green;">RO </span></em><span style="color:green;">1</span><span style="color:green;">+ </span><em><span style="color:green;">T </span></em><span style="color:green;">( )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;line-height:200%;"><em><span style="color:green;">RT </span></em><span style="color:green;">= </span><em><span style="color:green;">RO </span></em><span style="color:green;">1</span><span style="color:green;">+ </span><em><span style="color:green;">AT </span></em><span style="color:green;">- </span><em><span style="color:green;">BT </span></em><span style="color:green;">2 </span><span style="color:green;">( )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">D</span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V </span></em><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">= </span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V</span><span style="color:green;">AB </span></em><em><span style="font-size:16pt;color:green;">T </span></em><span style="font-size:17pt;font-family:Symbol;color:green;">( ) </span><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">+</span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V</span><span style="color:green;">CA </span></em><em><span style="font-size:16pt;color:green;">T</span><span style="color:green;">R </span></em><span style="font-size:21pt;font-family:Symbol;color:green;">( ) </span><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">+</span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V</span><span style="color:green;">BC </span></em><em><span style="font-size:16pt;color:green;">T</span><span style="color:green;">R </span></em><span style="font-size:21pt;font-family:Symbol;color:green;">( )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">D</span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V </span></em><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">= </span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V</span><span style="color:green;">AB </span></em><em><span style="font-size:16pt;color:green;">T </span></em><span style="font-size:17pt;font-family:Symbol;color:green;">( ) </span><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">-</span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V</span><span style="color:green;">BA </span></em><em><span style="font-size:16pt;color:green;">T</span><span style="color:green;">R </span></em><span style="font-size:21pt;font-family:Symbol;color:green;">( )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">D</span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V </span></em><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">= </span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V</span><span style="color:green;">To </span></em><span style="font-size:16pt;font-family:Symbol;color:green;">-</span><em><span style="font-size:16pt;color:green;">V</span><span style="color:green;">J</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:green;"><span> </span><span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;">Ekspansi Daerah Linier pada RTD</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;color:red;"><span>v<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="color:red;">Menggunakan tegangan referensi untuk kompensasi nonlinieritas</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;color:red;"><span>v<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="color:red;">Kompensasi dengan umpan balik positif</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=25&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/resistance-thermal-detector-rtd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thermostat</title>
		<link>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermostat/</link>
		<comments>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermostat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 08:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogtechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Hi-Tech]]></category>
		<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Sensor]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermostat/</guid>
		<description><![CDATA[Sistem pendinginan mesin pada mobil kita mengandalkan juga sensor-sensor suhu (temperature sensor), baik diimplementasi secara mekanis maupun elektrik, hingga pengontrolan ECU dan Air Conditioning System. Tips berikut dibawah adalah bertujuan untuk melakukan Pengujian atas komponen sbb:
1. Thermostat
2. ThermoSwitch / Engine Coolant Temperature Switch
3. Engine Coolant Temperature Sensor
4. Engine Coolant Temperature Gauge
Prinsip pengetesan Thermostat, ThermoSwitch,  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=24&subd=blogtechi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="line-height:200%;"><span style="color:green;">Sistem pendinginan mesin pada mobil kita mengandalkan juga sensor-sensor suhu (temperature sensor), baik diimplementasi secara mekanis maupun elektrik, hingga pengontrolan ECU dan Air Conditioning System.</span> <span id="more-24"></span><span style="color:red;">Tips berikut dibawah adalah bertujuan untuk melakukan Pengujian atas komponen sbb:<br />
</span><span style="color:#993300;">1. Thermostat<br />
2. ThermoSwitch / Engine Coolant Temperature Switch<br />
3. Engine Coolant Temperature Sensor<br />
4. Engine Coolant Temperature Gauge</span></p>
<p style="line-height:200%;"><strong><span style="color:#ffcc00;">Prinsip pengetesan Thermostat, ThermoSwitch,<span>  </span>Temperature Sensor hampir sama.</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogtechi.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogtechi.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogtechi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogtechi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogtechi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogtechi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogtechi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogtechi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogtechi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogtechi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogtechi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogtechi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogtechi.wordpress.com&blog=1439340&post=24&subd=blogtechi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogtechi.wordpress.com/2007/07/31/thermostat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f89f552de1b90d73c20a4118eb93ebad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogtechi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>