Sebelum dikembangkannya sistem GPS, sistem satelit pertama disebut Transit (The Navy Navigation Satellite System) dan dioperasikan mulai tahun 1964. Transit tidak mempunyai piranti untuk mengetahui waktu dan waktu yang diperlukan receiver untuk menghitung posisinya sekitar 15 menit. Namun demikian banyak yang bisa dipelajari dari sistem ini. GPS adalah hasil kemajuan pesat yang diperoleh karena sistem Transit. GPS tujuan semula hanya digunakan untuk keperluan militer, baik untuk menunjukkan posisi secara tepat (positioning), membantu dalam memberikan arah (navigation), dan sistem pencapaian senjata, untuk menggantikan Transit dan juga sistem navigasi lainnya.

GPS mempunyai ketepatan tinggi dan jam atom yang stabil pada awak satelit yang berguna untuk memberikan waktu transfer yang tepat. Untuk pertama kalinya satelit GPS diluncurkan pada tahun 1978 dan pada pertengahan 1980, produk pertamanya bisa digunakan untuk pemakai umum (non militer). Tahun 1984 Presiden Reagan mengumumkan bahwa sebagian kemampuan GPS boleh digunakan oleh masyarakat luas. Sistem ini masih terus diperbaharui dan disempurnakan dengan meluncurkan satelit-satelit yang lebih baik untuk menggantikan satelit-satelit yang sudah tua.

Deskripsi Sistem

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segala cuaca, serta didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi yang relatif teliti, dan juga informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia (Abidin, 2000). Sampai saat ini, GPS adalah satu-satunya sistem mavigasi atau sistem penentuan posisi yang mempunyai karakteristik prima seperti itu. Disamping produk dasar tersebut (posisi, kecepatan, dan waktu), sebenarnya ada beberapa parameter lainnya yang dapat ditentukan dengan teknologi GPS ini. Parameter-parameter

Sistem GPS ini sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia, mulai dari aplikasi-aplikasi rekreatif dan keolahragaan sampai aplikasi-aplikasi ilmiah. Di Indonesia pun, GPS sudah banyak diaplikasikan, terutama yang terkait dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi dan kecepatan, termasuk di bidang kelautan.

Pada tataran internasional sejak awal 1990-an, GPS telah banyak dimanfaatkan untuk survai dan pemetaan serta penentuan posisi di laut, seperti untuk keperluan survai hidro-oseanografi, survai seismik, survei

Survey penentuan posisi dengan GPS (survey GPS) secara umum dapat didefinisikan sebagai proses penentuan koordinat dari sejumlah titik terhadap beberapa buah titik yang telah diketahui koordinatnya, dengan menggunakan metode penentuan posisi diferensial (differential positioning) serta data pengamatan fase (carrier phase) dari sinyal GPS.

Pada suatu survey dengan GPS [Abidin et al., 1995], pengamatan GPS dengan selang waktu tertentu dilakukan baseline per baseline dalam suatu jaringan dari titiktitik yang akan ditentukan posisinya. Seandainya lebih dari dua receiver GPS yang digunakan, maka pada satu sesi pengamatan (observing session) dapat diamati lebih Pada survey GPS, proses pengolahan data untuk penentuan koordinat dari titik-titik dalam suatu jaringan pada dasarnya terdiri atas tiga tahap, yaitu :

· Pengolahan data dari setiap baseline dalam jaringan,

· Perataan jaringan yang melibatkan semua baseline untuk menentukan koordinat final dari titik-titik dalam jaringan, dan

· Transformasi koordinat titik-titik tersebut dari datum WGS84 ke datum yang diperlukan penguna

Ketelitian dari koordinat titik-titik yang diperoleh dari suatu survey GPS (dalam tulisan ini dimaksudkan sebagai ketelitian survey GPS) secara umum akan tergantung pada empat faktor yaitu : ketelitian data yang digunakan, geometri pengamatan, strategi pengamatan yang digunakan, dan strategi pengolahan data yang diterapkan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar dibawah. Tergantung pada bagaimana kita memperhitungkan dan memperlakukan faktor-faktor tersebut, maka kita akan memperoleh tingkat ketelitian yang berbeda-beda.

Iklan