Dalam hal penentuan posisi, GPS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. Dari yang sangat teliti (orde milimiter, relatif) sampai yang biasa-biasa saja (orde puluhan meter, absolut). Kecepatan wahana yang bergerak juga dapat ditentukan oleh GPS seandainya wahana tersebut diperlengkapi dengan alat penerima sinyal GPS. Ketelitian berorde cm/detik sampai km/detik dapat diperoleh dalam hal ini. Selain memberikan informasi tentang waktu, GPS juga dapat digunakan untuk mentransfer waktu dari satu tempat ke tempat lain. Ketelitian sampai beberapa nanodetik dapat diberikan oleh GPS untuk transfer waktu antar benua

pengerukan, penentuan posisi bui-bui dan peralatan bantu navigasi serta titik-titik pengeboran minyak lepas pantai, ataupun untuk mempelajari karakteristik arus, gelombang, ataupun pasang-surut di lepas pantai (Geier et al., 1990, Purcell Jr. et al., 1991; Hein et al., 1991; Rocken et al., 1990, Geiger and Cocard, 1992).

Bahkan, beberapa peneliti di Amerika Serikat juga telah menggunakan GPS, dikombinasikan dengan sistim penentuan posisi akustik, untuk menentukan posisi titik-titik di dasar laut secara teliti, dalam rangka mempelajari dinamika lempeng-lempeng benua di bawah lautan (Spiess, 1985; Young et al., 1987; McIntyre, 1989).

Untuk navigasi kapal, GPS juga telah dintegrasikan dengan ECDIS (Electronic Chart Display and Information System) (Casey and Kielland, 1990). Sistem Differential GPS (DGPS) juga telah banyak digunakan untuk mendukung aktivitas dan pekerjaan di laut (FUGRO, 2002; Omnistar, 2002). Dalam bidang biologi laut, GPS juga telah diterapkan untuk penjejakan pergerakan ikan paus biru (bluewhale). Informasi yang lebih detil tentang aplikasi GPS ditataran internasional dapat dilihat di banyak situs internet, seperti Thales (2003), Omnistar (2002), dan FUGRO (2002)

Iklan