Prinsip kerja dari sensor ini memanfaatkan komponen opto elektronik yaitu LED dan LDR. Dimana LED berfungsi sebagai sumber cahaya yang menyinari test area yang kemudian akan diterima oleh LDR.. Dan LDR yang berfungsi sebagai receiver mendeteksi intensitas cahaya yang mengalami absorbansi oleh darah melalui test area.

Dalam system ini LED dan LDR yang digunakan adalah yang paling banyak tersedia di pasaran. LED yang dipakai adalah jenis infra red emitting diode (IRED). Cahaya dari LED yang menyinar test area, yang tertangkap oleh LDR akan berbeda-beda. Sesuai dengan karakteristik LDR yaitu semakin banyak cahaya yang bisa tertangkap maka resistansi LDR tersebut akan semakin menurun nilainya, sehingga tegangannya akan bertambah besar. Begitu pula sebaliknya jika cahaya yang terserap sedikit maka nilai resistansi akan bertambah dan tegangannya menjadi kecil.

Jadi dari karakteristik LDR tersebut bila terjadi reaksi aglutinasi atau penggumpalan maka cahaya yang dipancarkan LED akan tertahan oleh darah yang menggumpal tersebut, sehingga LDR yang posisinya dibawah dan tegak lurus dengan kaca prepared tempat sample darah berada, hanya dapat menangkap sedikit saja cahaya. Hal ini mengakibatkan nilai tahanan dari LDR akan bertambah besar dan sehingga tegangannya menjadi kecil.

Begitu pula sebaliknya bila tidak terjadi reaksi aglutinasi maka darah tersebut tetap mencair sehingga cahaya LED yang menyinari test area dapat menembus darah tersebut. Dengan demikian LDR yang berada dibawahnya bisa menangkap cahaya itu. Dengan banyaknya cahaya yang bisa tertangkap, maka nilai tahanan pada LDR akan menurun semakin kecil dan tegangan yang dihasilkan lebih besar bila dibandingkan dengan terjadi reaksi aglutinasi.

Karena prosesnya terdiri dari dua bagian dan cara kerja bagian satu dan dua sama yang membedakan hanya antiseranya saja, sehingga terbentuk dua kondisi dari keluaran masing-masing komparator dari bagian satu dan dua tersebut. Kondisi yang terbentuk yaitu berupa kombinasi dari :

· 1 0 untuk golongan darah A

· 0 1 untuk golongan darah B

· 0 0 untuk golongan darah O

· 1 1 untuk golongan darah AB

LED merupakan singkatan dari Light Emiting Diode. Led adalah dioda semikonduktor sambungan P-N yang memancarkan cahaya jika diberikan tegangan maju. Cahaya yang dipancarkan dapat berupa spektrum invisible (infra merah) dan Visible (cahaya tampak).

Led yang biasa digunakan dalam rangkaian elektronik adalah infra red emiting diode (I RED) .

Led dapat di buat dari bahan arsen cl Galium Arseneid (GaAs), Galium arsenat phospida (GaAsp) atau Galium Phospida (GaP). Galium phospida digunakan untuk led cahaya tampak, mekanisme untuk radiasi cahaya tampak sama dengan diode infra red. Dengan bahan dan campuran yang berbeda maka dapat diperoleh tenaga celah dari bidang yang berbeda-beda pula, sehingga diperoleh led dengan panjang gelombang beragam.

LDR singkatan dari Light Dependent Resistor. LDR adalah komponen optoelektronik yang bersifat resistif, dimana nilai resistansi dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang jatuh pada LDR tersebut.

LDR bisa juga di sebut foto resistor. LDR dibuat dari bahan semikonduktor, yang dalam keadaan gelap mempunyai tahanan yang besar sekali. Sedangkan apabila disinari tahananya menurun sebanding dengan intensitas cahaya itu.

Bahan LDR yang banyak di gunakan adalah CDS sebab mempunyai konsentrasi elektron yang kecil sekali jika tidak kena cahaya akan tetapi bila kena cahaya akan banyak sekali menurunkan tahanan jenisnya. Simbol LDR dapat di lihat pada gambar berikut:

Bila LDR dibawa dari ruangan dengan intensitas cahaya yang kuat ke ruangan yang intensitas cahayanya lemah, maka nilai resistansinya tidak akan berubah dengan segera, melainkan berubah secara perlahan-lahan dalam selang waktu tertentu.

Laju Recovery merupakan ukuran yang tepat untuk menunjukkan besarnya perubahan resistansi dalam selang waktu tertentu. Besarnya laju Recovery yang diberikan dalam satuan KW/detik, dan ukuran selam 20 menit pertama mulai dari level cahaya 100 lux.

Iklan