Departemen Pertahanan AS sendiri sudah punya rencana peningkatan kemampuan GPS dengan menambah 1 frekuensi baru L5 (1176,45 MHz) dengan kode sipil yang baru, kode C/A nanti juga akan ditransmisikan di frekuensi L2 dan kode baru M untuk digunakan eksklusif Departemen Pertahanan AS di frekuensi L1 dan L2. Transmisi di lebih dari satu frekuensi dan bisa memperbaiki perhitungan karena gangguan pada sinyal biasanya hanya pada satu frekuensi.

Cara lain yang populer untuk aplikasi sipil adalah Differential GPS atau disingkat DGPS. DGPS menggunakan satu stasiun Bumi penerima sinyal GPS. Karena stasiun Bumi ini tahu persis lokasi sesungguhnya, ia bisa menghitung seberapa besar kesalahan informasi GPS pada satu waktu tertentu. Informasi kesalahan ini dikirimkan oleh stasiun DGPS ke alat penerima DGPS agar bisa membuat koreksi yang lebih presisi. Beberapa negara memutuskan membangun sistem DGPS nasional, misalnya, USCG DGPS (United States Coast Guard DGPS) dan WAAS (Wide Area Augmentation System) di AS, CDGPS (Canada-wide DGPS) dan AMSA DGPS (Australian Maritime Safety Authority DGPS). DGPS biasanya punya akurasi sampai 1 meter, tetapi makin jelek semakin jauh dari stasiun Bumi DGPS.

“Pseudolite” adalah satelit GPS yang ditanam di tanah dan memancarkan sinyal GPS ke udara. Cara ini bisa memberikan akurasi perhitungan posisi GPS karena ada lebih banyak satelit yang tersedia. Contohnya sistem LAAS (Local Area Augmentation System) yang direncanakan dibangun di lapangan-lapangan terbang AS untuk membantu pesawat terbang mendarat dan tinggal landas.

Ada juga pihak swasta yang kreatif memanfaatkan sinyal kode P(Y) walaupun tanpa mengetahui bagaimana menerjemahkan enkripsi kode P(Y). Caranya dengan menghitung selisih fase kode P(Y) dari kode C/A untuk mendapatkan perhitungan posisi yang lebih presisi. Peningkatan akurasi dengan cara ini sekitar 2-3 kali lebih akurat.

Iklan